Pesilat SHM Kabupaten Bogor Raih Dua Medali Perak di Kejuaraan Internasional Pencak Silat 2026 di Malaysia

Atlet Silek Harimau Minangkabau (SHM) Kabupaten Bogor menorehkan prestasi di kancah internasional dengan meraih dua medali perak dalam ajang Wiralaga Open Pencak Silat International Championship 2026 yang digelar di Stadion Sultan Abdul Halim, Alor Setar, Kedah, Malaysia.

Dua medali perak tersebut diraih oleh Rasya Alteza Ghandi, pesilat berusia 10 tahun, dan Ben, seorang diplomat Kedutaan Besar Prancis di Jakarta yang turut menekuni seni bela diri tradisional Indonesia. Keduanya mewakili Perguruan Silek Harimau Minangkabau (PPD SHM) Kabupaten Bogor yang merupakan bagian dari Inorga SHM Kabupaten Bogor di bawah naungan KORMI Kabupaten Bogor serta keluarga besar komunitas Kampung Silat Jampang (KSJ).

Bagi Rasya Alteza Ghandi, capaian tersebut menjadi tambahan prestasi dalam perjalanan kariernya di dunia pencak silat. Sebelumnya, pesilat cilik ini berhasil meraih medali emas dalam ajang Australian Open 2025. Atas prestasinya tersebut, Rasya juga pernah menerima piagam penghargaan dari Menteri Kebudayaan Republik Indonesia.

Keberhasilan meraih medali perak di Malaysia menunjukkan konsistensi Rasya dalam mengembangkan kemampuan dan mengukir prestasi di tingkat internasional. Di usianya yang masih belia, Rasya telah menunjukkan semangat juang dan dedikasi dalam melestarikan sekaligus memperkenalkan seni bela diri tradisional Indonesia di panggung dunia.

Sementara itu, medali perak kedua diraih Ben, diplomat Kedutaan Besar Prancis di Jakarta yang menjabat sebagai Sekretaris III. Keikutsertaannya dalam kejuaraan ini menjadi pengalaman internasional pertamanya di dunia kompetisi pencak silat, sekaligus mencerminkan ketertarikan warga negara asing terhadap seni bela diri tradisional Indonesia.

Kecintaannya terhadap pencak silat bahkan mendorong Ben untuk merintis pendirian cabang Silek Harimau Minangkabau di Prancis. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu upaya memperkenalkan dan mengembangkan seni bela diri tradisional Indonesia kepada masyarakat internasional.

Prestasi yang diraih kedua pesilat tersebut menjadi kebanggaan bagi SHM Kabupaten Bogor, KORMI Kabupaten Bogor, dan komunitas Kampung Silat Jampang. Capaian ini sekaligus memperlihatkan bahwa pencak silat tidak hanya menjadi sarana pengembangan prestasi olahraga, tetapi juga media diplomasi budaya yang mampu menjangkau berbagai kalangan lintas negara.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras, kedisiplinan, serta semangat pantang menyerah para atlet dalam menjalani proses latihan dan menghadapi persaingan di tingkat internasional. Selain membawa pulang medali, keikutsertaan mereka juga menjadi bagian dari upaya menjaga eksistensi pencak silat sebagai warisan budaya bangsa Indonesia.

Melalui prestasi ini, SHM Kabupaten Bogor berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mempelajari dan menekuni pencak silat, sekaligus menjadikannya sebagai sarana membangun karakter, kedisiplinan, dan rasa cinta terhadap budaya bangsa.

Keberhasilan Rasya dan Ben di Malaysia menjadi bukti bahwa Silek Harimau Minangkabau memiliki potensi untuk terus berkembang dan dikenal lebih luas. Dengan semangat Silek Harimau Minangkabau untuk Indonesia dan Dunia, prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi lahirnya pesilat-pesilat berprestasi yang mampu mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional.

Bagikan Berita :