PPYNI Kabupaten Bogor Gelar Yoga Sunmory: 50 Peserta Ramaikan Pagi di Bawah Pohon Matoa Tajurhalang

Cahaya matahari pagi menembus dedaunan pohon matoa di Arco Pengasinan, Tajurhalang. Minggu, 27 Juni 2026 pukul 06.30 WIB, sekitar 40-50 peserta dari remaja hingga usia 65 tahun, termasuk beberapa lansia, menggelar matras bersama dalam kegiatan “Yoga Sunmory” yang diinisiasi PPYNI Kabupaten Bogor bersama Komunitas Yoga di bawah Pohon Matoa.

Tema Sunmory atau Sunday Morning dipilih agar warga memulai pekan dengan tubuh yang lentur dan pikiran yang tenang.


Yoga menggabungkan gerakan fisik, teknik pernapasan pranayama, dan meditasi untuk menciptakan keseimbangan tubuh dan pikiran. 

Gerakan yoga dipercaya berfungsi sebagai meditasi aktif yang meningkatkan konsentrasi dan mengurangi stres. 

Dengan latihan rutin, yoga juga membantu memperbaiki postur, meningkatkan fleksibilitas, memperkuat otot inti, serta mendorong kesadaran pada tubuh dan pikiran.

Beragam aliran seperti hatha, vinyasa, ashtanga, hingga yin yoga kini bisa disesuaikan dengan kemampuan, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman.

Ketua PPYNI Kabupaten Bogor Eniyati Arikha menekankan pentingnya napas dalam yoga. 

“Kegiatan beryoga sangat penting untuk mengatur napas saat yoga atau pranayama. Teknik ini krusial untuk menyatukan tubuh dan pikiran, mengurangi stres, serta meningkatkan fleksibilitas dan fokus. Pranayama melancarkan peredaran darah, merilekskan otot, meningkatkan kapasitas paru-paru, serta membantu mengendalikan emosi dan energi, yang pada akhirnya memberikan relaksasi mendalam. Olahraga seperti berenang, jalan cepat, joging, dan yoga juga efektif membersihkan dan meningkatkan kapasitas paru-paru,” ujarnya.

Ketua Komunitas Yoga di bawah Pohon Matoa Elan Anugrah Abimanyu menyebut lokasi di bawah pohon matoa memberi suasana sejuk yang mendukung proses relaksasi. 

“Yoga pagi di alam terbuka membuat peserta lebih mudah terkoneksi dengan napas dan lingkungan sekitar,” katanya.


Sesi dipandu instruktur Dewi Natarajasana @dewi_natarajasana. Ia mengingatkan peserta untuk menyayangi tubuh selama latihan. 

“Sayangi tubuh saat beryoga berarti mendengarkan, menghormati, dan tidak memaksakan diri di atas matras. Yoga bukan tentang mencapai pose sempurna, melainkan tentang kesadaran, koneksi napas, dan merawat diri. Panduan menyayangi tubuh saat yoga: Dengarkan tubuh dan hormati batasan. Jangan memaksa masuk ke pose yang sakit tajam. Amati sensasi tubuh dengan kasih sayang, bukan menghakimi keterbatasannya. Belajar netral terhadap apa yang terjadi adalah kunci hubungan positif dengan tubuh,” jelas Dewi.

Dari remaja yang melatih fokus, hingga lansia yang menguatkan keseimbangan, semua mendapat ruang yang sama. 

PPYNI Kabupaten Bogor berharap Yoga Sunmory bisa menjadi rutinitas mingguan warga Bogor untuk hidup yang lebih sehat dan sadar.

Bagikan Berita :