Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (PERWATUSI) Kabupaten Bogor kembali menggelar Pertemuan Bulanan dan Latihan Bersama Instruktur Osteoporosis PERWATUSI (IOP) pada Senin (6/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sekretariat KORMI Kabupaten Bogor ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari para instruktur osteoporosis dan jajaran pengurus DPC PERWATUSI Kabupaten Bogor.
Kegiatan ini menjadi agenda rutin bulanan yang bertujuan mempererat silaturahmi antaranggota sekaligus memantapkan keseragaman gerakan, kekompakan, dan persamaan persepsi dalam upaya mensosialisasikan senam pencegahan osteoporosis kepada masyarakat.
Wakil Ketua DPC PERWATUSI Kabupaten Bogor, Mimin Rukmini, menjelaskan bahwa pertemuan dan latihan bersama ini memiliki peran penting dalam menjaga kualitas instruktur serta memperkuat koordinasi organisasi.
“Kami mengajak seluruh pengurus dan Instruktur Osteoporosis PERWATUSI untuk terus menjalin silaturahmi sekaligus melakukan penyamaan gerakan melalui latihan bersama. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap bulan di Gedung Sekretariat KORMI Kabupaten Bogor sebagai wadah untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kualitas pembinaan,” ujar Mimin.
Ia menambahkan bahwa latihan yang dilakukan secara rutin dan konsisten akan memberikan dampak positif terhadap kekompakan, disiplin, serta rasa kebersamaan di antara para instruktur.
“Melalui latihan yang berkesinambungan, kami berharap para instruktur semakin solid dalam menjalankan tugasnya di masyarakat. Kekompakan dan kesamaan gerakan menjadi modal penting agar pesan tentang pentingnya pencegahan osteoporosis dapat tersampaikan dengan baik,” lanjutnya.
Meskipun pada pertemuan kali ini sejumlah instruktur berhalangan hadir karena memiliki agenda lain, semangat peserta yang hadir tetap tinggi. Antusiasme para instruktur terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, mulai dari sesi koordinasi hingga latihan gerakan bersama.
DPC PERWATUSI Kabupaten Bogor berharap kegiatan rutin ini dapat terus menjadi sarana pembinaan yang efektif, sekaligus memperkuat peran para instruktur dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis melalui olahraga yang teratur.